Senin, 04 Februari 2013

Akibat Menikah Di Bawah Umur

Akibat Menikah Di Bawah Umur

Akibat Menikah Di Bawah Umur

Banyak sekali Akibat Menikah Di Bawah Umur , namun berikut saya akan sedikit menerangkan tentang Akibat Menikah Di Bawah Umur secara Biologis ( FISIK ) dan secara Psikologis ( PSIKIS ). Berikut penjelasannya :

Akibat Menikah Di Bawah Umur Secara Biologis ( FISIK ) 


Akibat pernikahan dini yang pertama dan menonjol adalah akibat pada fisik. Secara usia, organ intim atau alat reproduksi anak di bawah umur belum siap untuk melakukan hubungan seks.

Kalaupun hal ini dipaksakan, anak tersebut merasa kesakitan, sehingga berdampak pada kesehatan dan menimbulkan perasaan trauma berhubungan seks berkepanjangan. Apalagi, jika anak sampai hamil dan melahirkan di usia muda.

Perobekan besar organ intim akibat pemaksaan hubungan seks akan menyebabkan infeksi dan bukan tidak mungkin dapat membahayakan jiwa si anak. Terlebih lagi, jika hubungan seks didasari dengan kekerasan, bukan atas dasar suka sama suka. Akibat pernikahan dini yang berkenaan dengan kondisi fisik pelakunya benar-benar membahayakan kesehatan anak.

Akibat Menikah Di Bawah Umur Psikologis ( PSIKIS )


Sejatinya, anak berusia di bawah umur belum paham benar mengenai hubungan seks dan apa tujuannya. Mereka hanya melakukan apa yang diharuskan pasangan terhadapnya tanpa memikirkan hal yang melatarbelakanginya melakukan itu.

Jika sudah demikian, anak akan merasakan penyesalan mendalam dalam hidupnya. Akibat pernikahan dini ini akan mengganggu kondisi kejiwaan si anak sebagai pelaku pernikahan dini.

Akibatnya, ia sering murung dan tidak bersemangat. Bahkan, ia pun akan merasa minder untuk bergaul dengan anak-anak seusianya mengingat statusnya sebagai istri. Selain itu, akibat pernikahan usia dini ini juga mengena pada perenggutan  hak anak untuk meraih pendidikan wajib minimal 9 tahun.

Oleh sebab itu, para orang tua harus berhati-hati mengambil keputusan untuk menikahkan anak di usia dini dengan alasan apa pun. Akibat pernikahan dini juga harus menjadi hal utama yang dipertimbangkan. Setiap anak berhak mendapatkan dan menentukan jalan hidupnya di luar titah yang “menjerumuskan” para orang tua.

Selain itu, pengaruh pergaulan bebas yang sering terjadi di Indonesia, menjadi salah satu sebab terjadinya pernikahan di usia dini. Pergaulan remaja laki-laki dan perempuan, sudah tidak ada batas-batasnya lagi. Akibatnya, hubungan yang lebih intim pun terjadi. Hal tersebut mengakibatkan kehamilan pada remaja perempuan dan mengharuskan pasangan remaja tersebut menikah di usia mereka masih dini.

Apabila tidak terjadi pernikahan, maka yang terjadi adalah aborsi anak. Perhatikan keadaan di Indonesia sekarang. Kasus hamil di luar nikah sudah tidak asing lagi didengar karena seringnya kasus tersebut terjadi. Pengarbosian anak di luar nikah terjadi di mana-mana.

Miris sekali melihat fenomena yang terjadi pada generasi muda saat ini. Itu merupakan salah satu dampak dari pergaulan bebas para remaja. Untuk itu, sebagai orang tua, mendidik anak sejak usia dini adalah hal yang penting untuk menjadikan anak tersebut tidak terjerumus pada pergaulan bebas.

Sumber : anneahira.com

2 komentar:

yudi prakoso mengatakan...

biasanya daya didik anak kurang...

yudi prakoso mengatakan...

pasangan mudah bercerai...

Poskan Komentar

 

Labels

Labels

Labels